Kode Iklan Otomati Atau Peninjauan Adsense

Nyeri Kaki – Mata Kaki dan Telapak Kaki

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Nyeri kaki adalah kondisi tidak nyaman yang terjadi pada kaki, bisa terjadi di tumit, jempol kaki, sakit jari kaki lainnya, telapak kaki, dan pergelangan kaki. Berikut adalah nyeri kaki yang disebabkan oleh mata kaki dan telapak kaki.

Nyeri Mata Kaki

Metatarsalgia adalah nyeri kaki dan peradangan pada mata kaki atau bola kaki. Anda merasa sakit dan peradangan pada mata kaki Anda. Sepatu yang tidak pas adalah penyebab yang biasa. Tapi Anda mungkin mendapatkannya dari aktivitas berat, seperti berlari atau melompat.

Penyebab Nyeri Mata Kaki

Terkilir adalah penyebab umum nyeri kaki. Nyeri mata kaki juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi berikut ini:

1. Keseleo

Keseleo umumnya disebabkan ketika mata kaki terkilir atau memutar sehingga mata kaki luar bergerak ke tanah, merobek ligamen mata kaki yang menyatukan tulang. Memutar mata kaki juga dapat menyebabkan nyeri kaki karena kerusakan pada tulang rawan atau tendon pergelangan kaki.

2. Rematik

Rematik atau gout terjadi ketika asam urat menumpuk di dalam tubuh hingga menyebabkan nyeri kaki. Konsentrasi asam urat yang lebih tinggi dari normal ini (produk sampingan dari kerusakan sel-sel tua yang normal) dapat menyimpan kristal di persendian, menyebabkan rasa sakit yang tajam.

3. Pseudogout

Pseudogout adalah kondisi serupa di mana deposit kalsium menumpuk di sendi yang menyebabkan nyeri kaki.

4. Gejala rematik

Gejala rematik dan pseudogout termasuk rasa sakit, bengkak, dan kemerahan pada mata kaki.

5. Artritis

Artritis juga dapat menyebabkan nyeri mata kaki. Arthritis adalah peradangan sendi.

6. Radang sendi

Berbagai jenis radang sendi dapat menyebabkan rasa sakit di mata kaki, tetapi osteoartritis adalah yang paling umum. Osteoartritis sering disebabkan oleh keausan pada sendi. Semakin lanjut usia, semakin besar kemungkinan mereka menderita osteoartritis.

7. Artritis septik

Artritis septik adalah radang sendi yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur. Nyeri kaki dapat menyebabkan rasa sakit di pergelangan kaki, jika mata kaki adalah salah satu daerah yang terinfeksi.

Penyebab nyeri mata kaki lainnya:

  • Encok
  • Kerusakan atau cedera saraf, seperti linu panggul
  • Pembuluh darah tersumbat
  • Infeksi pada sendi

Cara mengatasi nyeri mata kaki di rumah

Perawatan nyeri kaki di rumah dapat dilakukan dengan metode RICE yang direkomendasikan, di antaranya:

1. Beristirahat

Hindari membebani pergelangan kaki Anda. Cobalah untuk bergerak sesedikit mungkin selama beberapa hari pertama. Gunakan tongkat jika Anda harus berjalan atau bergerak.

2. Kompres es

Gunakanlah kantong es di mata kaki setidaknya selama 20 menit pada suatu waktu. Lakukan cara ini sebanyak tiga hingga lima kali sehari selama tiga hari setelah cedera. Ini membantu mengurangi pembengkakan dan mati rasa.

3. Perban

Bungkus mata kaki yang terluka dengan perban elastis. Jangan membungkusnya terlalu kencang sehingga pergelangan kaki menjadi mati rasa atau jari kaki membiru.

4. Kaki di atas tumpukan bantal

Jika memungkinkan, pertahankan mata kaki terangkat di atas tumpukan bantal atau jenis struktur pendukung lainnya.

Anda bisa minum obat bebas, seperti acetaminophen atau ibuprofen, untuk menghilangkan nyeri kaki dan bengkak. Setelah sakit mata kaki reda, latihan mata kaki secara lembut dengan memutarnya. Putar kedua arah, dan berhenti jika mulai sakit.

Anda juga bisa menggunakan tangan untuk melenturkan mata kaki ke atas dan ke bawah dengan lembut. Latihan-latihan ini akan mengembalikan rentang gerak dan membantu melatih pergelangan kaki, sehingga menurunkan risiko cedera kambali.

Jika sakit pergelangan kaki adalah akibat artritis, Anda tidak akan dapat menyembuhkan atau menghilangkan nyeri sakit. Namun, ada beberapa cara untuk mengatasinya dengan:

  • Menggunakan penghilang rasa sakit topikal
  • Minum obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan peradangan
  • Tetap aktif secara fisik dan ikuti program kebugaran yang berfokus pada olahraga ringan
  • Biasakan makan sehat
  • Melakukan peregangan untuk mempertahankan rentang gerak yang baik di persendian dapat
    menjaga berat badan dalam kisaran yang sehat, yang akan mengurangi stres pada persendian

Nyeri Telapak Kaki

Fasciitis Plantar. Ini adalah penyebab paling umum saki telapak kaki. Plantar fasciitis dapat memengaruhi tumit, lengkungan di telapak kaki, atau keduanya. Pengobatan nyeri telapak kaki adalah sama terlepas dari lokasi. Untuk plantar fasciitis persisten (terus menerus), suntikan dengan campuran anestesi lokal dan steroid dapat membantu.

Telapak kaki datar atau lengkungan rata bisa terjadi ketika lengkungan kaki rata keluar (sering ketika berdiri atau berjalan), yang menyebabkan nyeri telapak kaki dan masalah lainnya. Kaki datar dapat diobati dengan sisipan sepatu, penyesuaian sepatu, istirahat, menggunakan es, menggunakan tongkat berjalan atau brace, atau terapi fisik. Kadang-kadang tindakan operasi diperlukan untuk sakit telapak kaki.

Nyeri Kaki:  1  2  3


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Selulitis – Penyebab, Gejala, dan Diagnosis

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

selulitis-adalah-doktersehat

DokterSehat.Com – Selulitis adalah infeksi bakteri pada kulit dan jaringan di bawah kulit. Hal ini terjadi ketika bakteri masuk dari kulit yang terbuka (luka) dan menyebar. Hasilnya adalah infeksi yang dapat menyebabkan pembengkakan, kemerahan, nyeri, atau hangat pada kulit.

Apa itu Penyakit Selulitis?

Perlu diketahui, pselulitis adalah kondisi yang bisa mengancam nyawa apabila tidak mendapatkan penanganan dengan tepat. Infeksi yang ditimbulkannya bisa menyebar melalui pembuluh darah dan kelenjar getah bening dengan menyerang jaringan di bawah kulit.

Penyakit selulitis bukanlah penyakit yang bisa menular dikarenakan infeksi yang terjadi menyerang jaringan kulit dalam dan bagian atas kulit yang tidak tidak bersinggungan langsung dengan dunia luar.

Akan tetapi, infeksi yang disebabkan oleh penyakit selulitis bisa menyebar dengan cepat dan terkadang diikuti rasa sakit, pembengkakan dan sensasi hangat. Pada kasus yang parah, infeksi bahkan bisa menyebar ke aliran darah, sehingga mengakibatkan sepsis yang membuat bengkak meluas dan membentuk gumpalan darah.

Selain itu, selulitis adalah penyakit kulit yang bisa berkembang di semua bagian tubuh, namun bagian tubuh yang paling sering terserang selulitis adalah bagian bawah kaki, diikuti leher dan kepala.

Infeksi ini biasanya berkembang karena luka yang terbuka dan adanya nanah. Bakteri pada kulit yang terinfeksi menghasilkan enzim yang menghambat kemampuan jaringan untuk membatasi penyebaran infeksi.

Sering kali  penyakit selulitis dapat diobati dengan terapi antibiotik selama dua sampai tiga minggu. Namun, apabila infeksinya telah menyebar ke lapisan kulit yang lebih dalam sebelum berhasil didiagnosis dan mendapatkan penobatan, pasien memiliki kemungkinan mengalami komplikasi yang dapat membahayakan nyawanya.

Penyebab Selulitis

Sebagian besar kasus selulitis disebabkan oleh bakteri Streptococcus dan Staphylococcus yang masuk dari luka pada kulit, seperti luka operasi, luka gores, gigitan serangga, atau kulit iritasi. Selain kedua bakteri utama tersebut, ada juga beberapa hal lain yang bisa menjadi penyebab penyakit selulitis:

  • Cedera yang merobek kulit.
  • Infeksi setelah operasi.
  • Kondisi kulit jangka panjang seperti eksim atau psoriasis.
  • Benda asing di kulit.
  • Infeksi tulang di bawah kulit (contohnya adalah luka terbuka yang cukup lama dan dalam untuk mengekspos tulang untuk bakteri).

Anda berisiko terkena selulitis jika Anda memiliki:

  • Trauma pada kulit.
  • Diabetes.
  • Masalah pada peredaran darah, seperti tidak cukup aliran darah ke lengan dan kaki, drainase yang buruk dari pembuluh darah atau sistem limfatik, atau varises (pembuluh darah membesar dekat permukaan kulit).
  • Penyakit hati seperti hepatitis kronis atau sirosis.
  • Gangguan kulit seperti eksim, psoriasis, atau penyakit menular yang menyebabkan luka, seperti cacar.

Selain itu, terdapat juga beberapa bakteri lain yang bisa menjadi penyebab selulitis dan hidup di lingkungan sekitar, yaitu:

  • Pseudomonas aeruginosa. Bakteri ini timbul pada luka tusuk
  • Aeromonas hydrophillia dan Vibrio vulnificus. Kedua bakteri ini dapat ditemukan di air tawar dan air laut.
  • Pasteurella multocida. Bakteri ini dapat ditularkan melalui gigitan atau cakaran anjing atau kucing, dengan waktu inkubasi 24 jam.
  • Hemophilus influenzae. Bakteri ini umumnya menyerang anak berusia 6 tahun pada bagian wajah, lengan, dan tubuh bagian atas.

Gejala Selulitis

Dalam waktu 24 jam setelah mengalami infeksi, biasanya gejala selulitis akan menunjukkan perkembangannya. Gejala selulitis juga bisa bertambah parah dalam waktu yang singkat.  Saat infeksi menyebar ke jaringan di sekitarnya, gejala yang bisa berkembang, yaitu:

  • Kulit akan terlihat lebih mengkilap.
  • Muncul jerawat kecil atau lecet pada kulit.
  • Muncul nanah.
  • Terjadi demam.

Selulitis dapat terjadi di hampir setiap bagian tubuh. Namun bagian tubuh yang paling sering terjadi adalah daerah-daerah yang telah rusak atau meradang karena sebab lain, misalnya cedera, luka terkontaminasi, dan daerah dengan kondisi kulit dengan sirkulasi yang buruk. Gejala yang sering terjadi meliputi:

  • Kemerahan.
  • Goresan merah.
  • Pembengkakan.
  • Hangat pada kulit.
  • Rasa sakit atau nyeri.
  • Adanya cairan bening atau nanah keluar dari kulit.

Segera cari bantuan medis jika Anda memiliki salah satu tanda berikut ini:

  • Demam tinggi atau menggigil.
  • Mual dan muntah.
  • Daerah yang memerah menjadi membesar atau mengeras.
  • Sakit semakin meningkat.
  • Menurunnya tingkat kesadaran.
  • Mati rasa di wilayah sakit ketika disentuh.
  • Nyeri dan tanda peradangan bertambah.
  • Warna kulit di sekitarnya terlihat pucat dan terasa dingin.
  • Masalah medis lain yang dapat dipengaruhi infeksi ringan.

Diagnosis Selulitis

Karena memiliki gejala yang hampir mirip dengan peradangan kulit pada umumnya, penyakit selulitis tidak mudah di diagnosis. Guna memastikannya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan.

Berikut adalah beberapa tes yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Pemeriksaan darah jika infeksi diduga telah menyebar ke darah.
  • X-ray jika ada benda asing di kulit atau tulang di bawahnya menyebabkan infeksi.
  • Pemeriksaan kultur jaringan. Dokter akan menggunakan jarum untuk mengambil cairan dari daerah yang terkena dan mengirimkannya ke laboratorium.
Selulitis – Halaman Selanjutnya : 1 2


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Estimasi Luas Luka Bakar pada Orang Dewasa dan Anak-Anak

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

persentase-luka-bakar-doktersehat

DokterSehat.Com– Estimasi luas luka bakar dapat dengan cepat diperkirakan pada ukuran luka bakar dengan menggunakan Aturan Sembilan (Rule of Nine). Metode ini membagi luas permukaan tubuh menjadi persentase luka bakar.

doktersehat-rule-of-nine-estimasi-luka-bakar

Memperkirakan Luas Luka Bakar pada Orang Dewasa

Berikut ini perkiraan total persentase luka bakar pada area permukaan tubuh pada orang dewasa yang terkena dampak luka bakar:

  • Bagian depan dan belakang kepala dan leher setara dengan 9% dari luas permukaan tubuh.
  • Bagian depan dan belakang masing-masing lengan dan tangan setara dengan 9% dari luas permukaan tubuh.
  • Dada setara dengan 9% dan perut setara dengan 9% dari luas permukaan tubuh.
  • Punggung atas setara dengan 9% luas permukaan tubuh dan punggung bawah setara dengan 9% dari luas permukaan tubuh.
  • Bagian depan dan belakang masing-masing kaki dan kaki yang setara dengan 18% dari luas permukaan tubuh.
  • Daerah selangkangan setara dengan 1% dari luas permukaan tubuh.

doktersehat-rule-of-nine-estimasi-luka-bakar-pada-bayi

Memperkirakan Luas Luka Bakar pada Bayi dan Anak-anak

Berikut ini perkiraan total persentase luka bakar pada area permukaan tubuh pada bayi dan anak-anak:

  • Bagian depan dan belakang kepala dan leher setara dengan 21% dari luas permukaan tubuh.
  • Bagian depan dan belakang masing-masing lengan dan tangan setara dengan 10% dari luas permukaan tubuh.
  • Dada dan perut setara dengan 13% dari luas permukaan tubuh.
  • Punggung adalah setara dengan 13% dari luas permukaan tubuh.
  • Pantat setara dengan 5% dari luas permukaan tubuh.
  • Bagian depan dan belakang masing-masing tungkai kaki dan kaki setara dengan 13,5% dari luas permukaan tubuh.
  • Area selangkangan adalah 1% dari luas permukaan tubuh.

Ada lagi aturan untuk memperkirakan luas luka bakar di tubuh yaitu ‘aturan palm’. Aturan ini adalah cara lain untuk memperkirakan ukuran luka bakar. Telapak orang yang terbakar (tidak termasuk jari atau daerah pergelangan tangan) adalah sekitar 1% dari tubuh. Gunakan telapak tangan seseorang untuk mengukur luas permukaan tubuh yang terbakar.

Sulit untuk memperkirakan ukuran luas luka bakar. Jika Anda berpikir luka bakar adalah ukuran tertentu tetapi Anda tidak yakin, yang terbaik adalah untuk mendiskusikan ukuran luka bakar dengan dokter. Ahli kesehatan pasti akan mengukur permukaan luas luka bakar untuk menghitung kebutuhan cairan infus yang dimasukkan ke dalam tubuh.

Cara Mengukur Luas Luka Bakar pada Orang Dewasa

Aturan Sembilan atau Rule of Nine menilai persentase luka bakar dan digunakan untuk membantu memandu keputusan pengobatan termasuk resusitasi cairan (memulihkan) dan menjadi bagian dari pedoman untuk menentukan memindahkannya ke unit luka bakar.

Anda dapat memperkirakan luas luka bakar pada permukaan tubuh pada orang dewasa dengan menggunakan kelipatan 9. Orang dewasa yang telah terbakar, persentase luka bakar pada tubuh yang terlibat dapat dihitung sebagai berikut:

Sebagai contoh, jika kedua kaki (18% x 2 = 36%), selangkangan (1%) dan dada depan serta perut yang terbakar, ini akan melibatkan 55% dari tubuh.

E-Tools pasien tidak dimaksudkan untuk memberikan saran profesional atau merekomendasikan produk tertentu. Dokter dan profesional kesehatan harus melakukan penilaian klinis mereka sendiri ketika menilai hasil dari alat atau kalkulatornya. Pasien harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan nasihat ketika menilai hasilnya.

Fakta Tentang Luka Bakar

  • Panas, bahan kimia, atau cedera listrik pada kulit, saraf, pembuluh darah, dan organ internal dapat menyebabkan luka bakar.
  • Luka bakar yang melibatkan tangan, wajah, kaki, alat kelamin, atau menutupi ekstremitas (lengan atau kaki) atau dada sangat berbahaya.
  • Artikel ini bertujuan sebagai pengantar luka bakar; ada buku dan jurnal khusus yang ditujukan untuk luka bakar pasien dan perawatannya.

Tingkat Luka Bakar

Ada tiga tingkat utama luka bakar: tingkat pertama, kedua, dan ketiga. Setiap tingkat didasarkan pada tingkat keparahan kerusakan pada kulit, dengan tingkat pertama yang paling kecil dan tingkat ketiga yang paling parah. Kerusakan meliputi:

  • Luka bakar tingkat pertama: merah, kulit tidak melepuh
  • Luka bakar tingkat dua: melepuh dan beberapa penebalan kulit
  • Luka bakar tingkat tiga: ketebalan meluas dengan kulit tampak putih dan kasar
  • Ada juga luka bakar tingkat empat. Jenis luka bakar ini mencakup semua gejala luka bakar tingkat tiga dan juga meluas hingga ke luar kulit menjadi tendon dan tulang.

Luka bakar memiliki berbagai penyebab, termasuk:

  • Luka bakar karena air panas atau api
  • Luka bakar kimia
  • Luka bakar listrik
  • Penyebab luka bakar termasuk nyala api dari korek atau lilin
  • Paparan sinar matahari yang berlebihan

Jenis luka bakar tidak didasarkan pada penyebabnya. Panas misalnya, dapat menyebabkan ketiga luka bakar, tergantung pada seberapa panas cairan itu dan berapa lama panas tetap kontak dengan kulit.

Luka bakar kimia dan listrik memerlukan penanganan medis segera karena dapat memengaruhi bagian dalam tubuh, bahkan jika mengalami sedikit kerusakan pada kulit.

Luka Bakar – Halaman Selanjutnya:   1   2   3   4   5   6


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Copyright © | by: Me